Mengembalikan Harkat Politik Indonesia

Sudirman Said Bersama Peserta LK 2 (Foto : Edi Pohan)

Oleh Sudirman Said,
Disampaikan di Intermedite traning HMI cabang Pekalongan

Sejarah politik Indonesia adalah sejarah pengabdian, perjuangan. Di masa perjuangan politik adalah jalan untuk melayani, melawan ketidakadilan, menghapuskan kesewenangan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.

Para politisi di masa perjuangan pergerakan kemerdekaan adalan putra putri terbai bangsa; orang-orang terdidik tercerahkan penuh idealisme.

HOS Tjokroaminoto, Bung Karno, Bung Hatta, Dr. Tjiptomangunkusumo, Dr. Radjiman Widyodiningrat, Sjahrir, Mr. Kasman Singadimeja adalah para politisi. Mereka orang-orang yang dihormati, bahkan oleh para pemimpin pemerintah kolonial Belanda.

Saat ini politik kita kehilangan keadaban, kehilangan ruh perjuangan. Politik telah berubah menjadi sekedar ajangberebut kekuasaan dan dengan kekuasaan itu para politisi terbukti banyak yang berkhianat pada rakyat.

Sejak KPK berdiri hampir 700 pemimpin politik dan politisi telah tertangkap KPK dan masuk penjara. Suatau hal yang amat memprihatinkan.

Indonesia menghadapi tantangan besar, menjaga agar bonus demografi menjadi kenyataan. Jika rakyat kita sebagian besar miskin, tak berdaya, tidak sehat, dan pendidikannya rendah; maka besarnya jumlah penduduk bukan menjadi bonus melainkan bencana demografi.

Tidak ada cara lain untuk menjaga peluang bonus demografi, kecuali memilih para pemimpin politik yang bersih, berintegritas, dan memiliki kompetensi.

Politik kita harus dikembalikan harkatnya, dibangkitkan fungsi luhurnya. Caranya dengan memilih politisi dan pemimpin politik yang memiliki jiwa dan semangat mengabdi.

Mahasiswa, aktivis pergerakan seperti HMI dapat menjadi penggerak pendidikan warga negara (civic education), mengajak masyarakat banyak memilih politisi bersih.

Juga kita harus mendorong sebanyak mungkin orang baik, orang jujur, orrang-orang yang sudah selesai dengan diri sendiri masuk dalam proses politik.

Ibarat sungai, politik adalah hulu dari seluruh aliran proses bernegara. Jika hulunya keruh, hilirnya makin keruh. Memasukkan dan mendorong masuknya orang orang bersih dalam politik adalah upaya menjernihkan hulu kehidupan bernegara.

Foto Oleh : Edi Pohan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *