Nasib komoditi Karet dan Sawit menurut Sandi

Katasandi.id – Di Sumatera, sebagian besar masyarakat nya berprofesi sebagai petani karet dan sawit. Setelah tahun 2009 pada masa pemerintahan SBY saat itu karet dan sawit mengalami puncak harga tertinggi. Namun setelah itu harga dua komoditi tersebut semakin menurun. Setiap tahun dua komoditi tersebut mengalami penurunan harga yang terus menerus bahkan bisa dikatakan pasti menurun. Padahal dua komoditi ini adalah komoditi unggulan di benerapa provinsi di Sumatera dan kalimantan. Menurun nya harga membuat masyarakat mulai meninggalkan industri ini, tidak jarang banyak yang berhenti meskipun tidak punya pekerjaan baru, sebab hasil panen kedua nya tidak pernah bisa mencukupo kebutuhan sehari-hari. Sementara, dari sisi pemanfaatan, kedua produk ini adalah produk yang banyak dicari dan selalu rutin digunakan, seperti karet digunakan untuk Ban dan Sepatu sedangkan sawit digunakan untuk bahan bakar. Setelah mendatangi salah satu Kabupaten di Sumatera Utara, isu karet dan sawit ini menjadi perhatian Sandi. Sandi menawarkan solusi seperti yang disampaikan di video ini.

Nilai Tambah karet perlu di gali dan di kembang kan, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada ekspor, dengan adanya pengolahan maka harga pada masyarakat bisa meningkat. Sama juga dg sawit, harga di masyarakat kini terlalu rendah, juga jarak terlalu jauh dengan industri pengolahan membuat harga di masyarakat semakin tertekan. Pemerintah harus hadir untuk membantu memberikan solusi. bisa kerjasama pemerintah dan swasta, atau pemerintah bisa mendirikan badan khusus, agar masyarakat bisa segera tertolong. Tidak boleh dibiarkan berlarut larut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *