Ingin Menang Dengan sebar Hoax atau Kalah dengan Curang ?

Jakarta- Penampilan Jokowi pada debat kedua mengundang kecurigaan banyak pihak bahwa dirinya menggunakan alat bantu komunikasi atau yang sering disebut Earpice.

Kecurigaan itu muncul melihat dari gerak-gerik dan penampilan Jokowi saat dipanggung yang terlihat seperti mendengarkan instruksi dari telinga nya. 

Earpice adalah alat bantu dengar tersembunyi yang sulit terlihat kasat mata bila dilihat dari kejauhan. 

Kejadian isu penggunaan Earpice ini pernah terjadi di Amerika saat debat Trump dan Hillary Clinton. 

Saat itu muncul tuduhan bahwa Hillary menggunakan Earpice saat berada di panggung. 

https://www.charismanews.com/politics/events/60186-has-hillary-been-caught-cheating-again

Jika itu benar terjadi pada Jokowi tentu sungguh miris kita rasakan. Kita ingin melihat Calon Presiden yang berdiri di atas panggung adalah orang yang otentik dan memahami permasalahan bangsa tanpa ada alat bantu komunikasi. 

Selain itu, Jokowi juga sebarkan informasi hoax terkait jumlah kuota impor dan kebakaran lahan. Hal ini sungguh lebih memalukan, secara terbuka menyebarkan kebohongan didepan publik Indonesia dan sudah di bantah oleh beberapa data dari litbang kompas dan BPS.

Setelah diduga kuat lakukan kecurangan lalu dengan nyata sebarkan hoax pada masyarakat. Sungguh ironi panggung debat capres tadi malam.

Setelah malam debat ke-2, rakyat semakin tahu siapa yang jujur dan sungguh-sungguh akan memperjuangkan nasib mereka untuk dipilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *