Dewan Pakar Icmi: Kampanye Pemilu Dengan Bahasa Cina Melanggar UU

Jakarta- Kini viral beredar video kampanye pemilu 2019 berbahasa cina arahkan milih paslon jokowi makrup lengkap dengan simulasinya.
Redaksi telah minta tanggapan via telpon Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo sbb;

Sangat aneh jika ada kampanye dlm bentuk/ media apapun, dilakukan oleh siapapun dengan berbahasa cina atau bahasa asing lainnya. Karena yang boleh ikut pemilu itu hanya WNI itupun jg harus dengan syarat2 ketat misal minimal berusia 17th ato pernah nikah tercatat di DPT dan atau ber ektp dan disaksikn bhw ybs benar2 warga di alamat tsb. Dan ini syarat penting lainnya jika ia benar2 wni wajib mahir berbahasa indonesia. Sesuai UU nomor 12/2006 ttg kependudukan pasal 9 ayat 4 WNI wajib fasih dan mahir berbahasa Indonesia. Jadi pemilih dlm pemilu di Indobesia harus WNI otomatis harus sudah mahir berbahasa Indobesia maka tdk boleh ada kampanye dlm
bentuk dan media apapun dengan berbahasa selain bahasa Indonesia. Klo itu dilakukan melanggar UU tsb.
Ruh dari amanah UU ini juga untuk menjaga agar tidak ada kecurangan sehingga tdk cukup punya ktp yg kini sgt mudah didapat tapi juga hrs mahir berbahasa Indonesia. Ini mjd sgt penting dan relevan dmn pemilu 2019 ini banyak masalah antara lain ditemukan puluhan juta (bhkn ratusan juta; red) ektp ganda/ bermslh, 31 juta ektp siluman ditambah lg sekitar 14juta orang gila boleh ikut pemilu. Belum lagi jutaan TKA dan turis dari RRC yang kini ada di Indobesia sangat riskan terjadi kecurangan. Dari alur ini patut dipertanyakan untuk apa kampanye pemilu dg bahasa cina tsb klo bukan utk jutaan TKA dari RRC yang kini berada di Indonesia??

Dengan demikian waspadalah, pemilu 2019 ini jadi pemilu paling aneh sepanjang sejarah NKRI. Pungkas mantan Jendral Polri ini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *