Indonesia Akan Menyelidiki Gudang Surat Suara di Malaysia (Diterjemahkan dari Washington Post)

April 11 at 8:02 AM

Kecurangan yang terjadi, bahwa ditemukan kertas suara yang di coblosin secara tidak senonoh telah menjadi perhatian Internasional

Katasandi.id menyampaikan terjemahan berita washington post

Komisi Pemilihan Umum Indonesia mengatakan hari Kamis bahwa pihaknya akan mengirim pejabat untuk menyelidiki setelah video beredar secara online dari ribuan surat suara untuk pemilihan minggu depan yang tersebar di seluruh gudang di negara tetangga Malaysia.

Salah satu video menunjukkan polisi di gudang di negara bagian Selangor Malaysia dan orang-orang memegang surat suara dan berkomentar bahwa mereka telah dicoblos mendukung Presiden Indonesia Joko Widodo dan kandidat legislatif untuk partai-partai dalam koalisinya.

Video lain, tampaknya dari lokasi kedua di Malaysia, menunjukkan dua wanita membuat lubang di surat suara, yang merupakan bagaimana suara dicoblos dalam pemilihan Indonesia.

Pejabat Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra mengatakan komisi itu “akan segera membentuk tim dan mengirim anggotanya ke sana untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.”
Pemilihan presiden dan legislatif di Indonesia, demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan AS, ditetapkan untuk 17 April.

Saputra mengatakan orang Indonesia yang tinggal di Malaysia akan memberikan suara pada hari Minggu dan surat suara telah dikirim ke negara itu seminggu yang lalu.

Dia mengatakan Komisi Pemilihan Luar Negeri menyarankan agar mereka tidak menyewa sebuah ruko di Malaysia, sebuah istilah untuk premis bisnis bertingkat rendah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal.

Yaza Azzhara, yang mengepalai komite pemantauan pemilu Indonesia untuk Kuala Lumpur di Malaysia, mengatakan kepada TVOne ada sekitar 10.000-20.000 surat suara ditemukan di dua lokasi.

Dia mengatakan bahwa dia dan perwakilan oposisi membuka beberapa surat suara, yang merupakan surat suara pos, dan itu dicoblos untuk Widodo dan pasangannya. Dalam kasus lain, mereka dicoblos untuk calon legislatif sekutu Widodo yang merupakan putra duta besar Indonesia untuk Malaysia.
“Ketika saya tiba di lokasi pertama, pintu ruko terbuka. Menurut beberapa anggota (komite oposisi) yang curiga ada tumpukan surat suara di dalam, mereka masuk melalui jendela dan membuka pintu dari dalam, ”kata Azzhara.

Beberapa surat suara ada dalam kantong coklat dengan gembok resmi Komisi Pemilihan Umum di Luar Negeri dan ini belum dicoblos, katanya.

Jajak pendapat dari paruh kedua Maret menunjukkan Widodo memiliki keunggulan besar atas penantangnya, mantan jenderal pasukan khusus Prabowo Subianto, tetapi sebanyak 20 persen pemilih belum memutuskan. Subianto kalah tipis dari Widodo pada 2014.

Saat berkampanye di kota satelit Jakarta, Widodo mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah memerintahkan penyelidikan atas surat suara yang dicoblos.

“Jika itu benar, itu adalah pelanggaran dan harus dilaporkan ke Dewan Pengawas Pemilu Nasional,” ‘ BAWASLU’ katanya.

https://www.washingtonpost.com/world/asia_pacific/indonesia-to-probe-warehouse-of-voting-papers-in-malaysia/2019/04/11/593ec660-5c45-11e9-98d4-844088d135f2_story.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *