Sampah Berserakan setelah Kampanye 01 Tidak Keren, Bagaimana Mau Memajukan Bangsa ?

Katasandi- Salah satu yang dilakukan oleh Mahathir ketika menjadi PM Malaysia pertama kali adalah mendidik rakyatnya menjadi bersih. Mr M rela mendatangi toilet/tandas di berbagai tempat hanya untuk mengingatkan kebersihan.

Dengan cara itu Malaysia tampil sebagai bangsa yg maju dan beradab. Begitu juga yang dilakukan oleh Lee Kwan Yew di Singapura. Bahkan lebih keras lagi, sehingga Singapura dikenal sbg ‘fine state’ (negara denda) karena membuang sampah saja bisa dikenai denda tinggi.

Petugas kebersihan dki jakarta mengaku kewalahan membersihkan sampah paska kampanye paslon 01 di GBK. Benar-benar kotor, bukan contoh yang baik. Tidak sesuai dg iklan tivi.

Kebiasaan menyampah ini spertinya sudah jadi tren bagi pendukung 01, hampir dimana mana selalu meninggalkan sampah. Bahkan di sriwedari solo, FPI turun tangan langsung membersihkan sampah yg di tinggalkan pendukung 01.

Sampah di area GBK ini kebanyakan terdiri dari bungkus plastik dan botol minum kemasan. Sampah-sampah berceceran di badan jalan, di tepi trotoar, sampai di area rerumputan.

Sangat berbeda saat kampanye prabowo sandi, area GBK langsung bersih. Padahal menurut Dinas Lingkungan Hidup DKI sampah yang dihasilkan dari kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno, sangat banyak, mencapai 72 ton. Tapi langsung bersih kembali.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/13/18441241/sampah-berserakan-di-sekitar-gbk

Sementara itu menurut Pemprov DKI, saat kampanye Prabowo-Sandi, 72 Ton Sampah Bersih

https://kumparan.com/@kumparannews/pemprov-72-ton-sampah-saat-acara-prabowo-di-gbk-bersih-dalam-sekejap-1qqZDOG7HeM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *