Pemilih Kecewa, Bawaslu: KPPS Tidak Paham C6

Katasandi- Anggota Badan Pengawas Pemilu, Mochammad Afifuddin memberikan hak pilih di TPS 32, Desa Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Selain memberikan hak pilih, Afif juga melakukan supervisi di TPS tersebut.

Dari laporan Pengawas TPS ditemukan beberapa masalah, seperti keterlambatan waktu pembukaan TPS, hak pilih dan akses difabel. Keterlambatan pembukaan TPS karena alasan proses penghitungan surat suara.

“Pengawas harus bisa memastikan prosedur berjalan sesuai aturan,” kata Afif kepada Pengawas TPS dan awak media di tempat.

Sementara itu, dari salah seorang pemilih bernama TB Fatah Hidayat, juga ditemukan bahwa hak pilihnya hampir saja terhambat, karena ketidakpahaman KPPS terhadap teknis pemungutan suara. Pemilih tersebut ada namanya di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan membawa KTP. Tapi disuruh datang jam 12.00.

Afif mengatakan “bapak bisa memilih sekarang,” kepada pemilih dan langsung mendampingi pemilih untuk komunikasi dengan KPPS.

Anggota Bawaslu, Afif, menerangkan agar pemilih menunggu Anggota Bawaslu Tanggerang Selatan untuk memperjuangkan hak pilih pemilih. Dalam pantauan sementara pengawas pemilu, KPPS kurang mendapatkan pemahaman yang utuh terkait penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara.

Supervisi di TPS kedua ini (TPS 32) menjadi perhatian bagi Afif. Dia mengatakan bahwa ada persoalan informasi yang masih kurang akses terhadap pemilih disabilitas. Begitu juga teknis persiapan KPPS.

Laporan: Andrian Habibi
Foto: Muhtar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *