MEREKA BERKOMPLOT SEBAGAI PENJAHAT DEMOKRASI

Lembaga survei yang melakukan exit poll dn quick count harus segera diaudit oleh lembaga independen dan memiliki otoritas. Bukan diaudit oleh dewan etik lembaga survei, yang satu badan di antara mereka sendiri. Itu sama aja jeruk makan jeruk.

Dewan etik mereka selama ini, terindikasi tidak independen, bahkan terkesan cuek. Misal, kejadian saat Pilgub DKI Jakarta 2017, semua lembaga survei yang tergabung dalam Persepi dan AROPI, semuanya salah dn meleset dalam melakukan survei yang memenangkan telak pasangan Ahok- Djarot serta Agus-Sylviana.

Tetapi mereka tidak diaudit, tidak dimintai pertangungjawaban moral. Mereka juga tidak diberikan sanksi apa-apa. Enak benar ya, menjadi pecundang.

Mereka itulah yang kemarin berkomplot, membuat exit poll dan quick count, sebagai penjahat demokrasi.

_Mochammad Sa’dun Masyhur_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *