MODUS KECURANGAN MASSIVE !

by Sepeda man

Katasandi –¬†Terjadinya sebelum, sedang dan pasca. Di moment2 tersebut itulah dilakukan kecurangan. Inilah rupanya yg dimaksud perang total..perang tanpa keadaban.

Dimasa sebelum aparat dan pejabat ikut bermain, misal ada yg nampak pejabat tinggi memberikan amplop kepada Ulama. Dimasa sedang ada surat suara palsu, ada kasus yg diduga dicoblos oleh satu orang saja dan banyak lagi. Sedangkan dimasa pasca dilakukan rekayasa penyamaan hitungan quick account dengan real account KPU.

Semua kecurangan itu terang benderang, hanya perasaan setan bila setan punya perasaan yg gembira dengan kecurangan massive terorganisir ini.

Setelah melihat perkembangan penghitungan suara di KPU dan setelah sebelumnya menyaksikan hasil quick account yg di release di stasiun TV, Maka nampaknya modus kecurangan pasca pemilihan adalah sebagai berikut :

1. Terlebih dahulu dipatok angka kemenangan melalui quick acount yg di duga abal2 itu.

2. Selanjutnya Nilai real account KPU harus disesuaikan dengan angka real quick yg telah dikeluarkan tsb.

Karena angka2 ini harus disesuaikan, maka segala carapun dilakukan untuk merubah angka hasil TPS, beberapa telah terungkap yg telah di posting di medsos.

Yg Terungkap tentu saja adalah karena ketauan, sedang yg tidak ketauan disitulah massivenya.

Untuk itu Kubu 02 dan Rakyat saat ini bahu membahu dan harus berjuang keras untuk mencegah pembegalan suara.

Yg paling menghawatirkan tentu saja adalah bila saksi2 kubu kosong dua di tingkat kecamatan mampu dan berhasil dibujuk untuk disogok.

Siapa pelaku kecurangan?
Ini adalah tim siluman yg tersistim, terorganisir dan konspiratip. Bahkan pendukung 01 pun tidak mengetahuinya.. siapa mereka itu sesungguhnya, paling banter hanya menduga.

Sungguh malang negeri ini bila ternyata kecurangan massive ini dilakukan melalui suatu konspirasi kepentingan jahat .. yg tidak terdeteksi bandarnya tapi dapat dirasakan dan tercium baunya.

Ini adalah kejahatan terhadap demokrasi!…
Tapi bagi orang yg hati nuraninya telah tertutup iblis tentu mereka sangat menikmati kecurangan ini.

Dan tentu saja masih mengharapkan sangat agar Jokowi jadi presiden lagi, padahal bilapun Jokowi jadi presiden lagi, maka sesungguhnya jokowi sudah kehilangan legitimasi di mata Rakyat..dan bangsapun berada dijurang kehancuran.

Karena membangun negara dari hasil curang sama saja seperti orang membangun rumah diatas lumpur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *