Sosok Habib Rizieq Syihab di Mata Ani Hasibuan Dokter Neurologist

Katasandi- Akhir-akhir ini muncul sosok dokter ahli neurologist yang angkat bicara terkait keanehan Pemilu serentak tahun 2019 ini. Sosok itu adalah dokter Ani Hasibuan.

Dokter ani muncul ke publik dengan hasil penelitian nya terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada pemilu tahun ini. Sebagai seorang dokter, ia merasa ada kejanggalan jika hanya faktor kelelahan yang mengakibatkan meninggalnya 500 KPPS tersebut.

Dari hasil penelitian tersebut beliau menyampaikan ke Publik, dan terlihat nampak sebagian politisi tidak happy dengan kemunculan dokter ani dan hasil penelitian nya. Hal itu bisa anda saksikan di Yutub sebuah perdebatan yang cukup sengit antara diri nya dan Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu yang menjadi trending.

Namun tulisan ini bukan menceritakan hasil penemuan nya terkait kematian massal petugas KPPS melainkan, cerita singkat dan pandangan nya terkait sosok Habib Rizieq Syihab. Berikut penuturan nya.

————————

Tahun 99 Akhir,
Saya Masih Muda Belia, Ditugaskan Di Anyer, Serang,
Waktu Itu Masih Jawa Barat,
Sebagai Kepala Puskesmas,
Di Salah Satu Kecamatan Disana.

Dalam Kapasitas Sebagai Kepala Puskesmas,
Saya Membuat Semacam Tour Of Duty,
Di Lingkup Puskesmas,
Sehingga Tiap Petugas Mendapat Pengalaman Bekerja Di Berbagai Divisi,
Termasuklah Saya,
Yang Saban Rabu Ambil Jatah Dinas Di Balai Pengobatan.

Saya Waktu Itu Mengawali Debut Saya Di PKM
(Pengabdian Kepada Masyarakat),
Dengan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi,
Saban Rabu Balai Pengobatan PKM Kami Banyak Didatangi Wanita-2
(Saya Gak Mau Bilang Mereka Gadis-2),
Yang Astaghfirullah,
Mengeluhkan Gangguan Kelamin
Alias STD (Sexually Transmitted Disease).

Well,
Saya Harus Mahfum,
Sebab Wilayah Wisata,
Meski Saya Tidak Bisa Klaim In General,
Memang Masih Banyak Menyediakan Layanan Prostitusi Alias Pekerja Seks Komersial.

Namun Yang Membuat Sesak Dada Saya, Adalah
Tamu-2 Saya Itu,
Gadis Muda Belia,
Umur Belasan Tahun
Yang Datang Dengan Gonorrhea Dan Chlamydia (Sebagian Besar).

Waktu Itulah Saya Mengenal Dengan Apa Yang Namanya…
“Transaksi Memxk” (Maaf).
Yakni,
Seorang Gadis Muda Ini Menjual Dirinya Sebagai Pekerja Seks Dengan Imbalan Narkoba.
Sedih, Saya Menangis, Waktu Itu.

Sebagai Mantan Reporter
“Media Aesculapius”
Selama Bersekolah Di FKUI,
Jiwa Investigasi Saya Muncul.
Dan…
Saya Kemudian Temui Fakta Ini,
Bahwa,..
Di Awal, ABG-2 Yang Awalnya Ini Masih Sekolah Di SD Atau SMP,
Ditawari Oleh Bandar Untuk Menyicipi Narkoba (Putauw/Heroin) Secara Gratis.
Lama Kelamaan,
Ketika Mereka Mulai Ketagihan,
Mereka Tidak Lagi Bisa Mendapatkan Gratis,
Mereka Harus Bayar.
Sementara Harganya Makin Naik.
Mereka Pun Tak Mampu Membelinya,
Karena (Pinjam Istilah Teman Saya Yang Merasa Kaya)
Mereka Orang Miskin.
Apa Yang Kemudian Terjadi ?
Mereka Ditawarkan Jadi Pekerja Seks Komersial Alias Pelacur Anak-2,
Dengan Imbalannya Adalah Narkoba (Putauw) Yang Mereka Perlukan.
Mendadak Dada Terasa Sesak,
Saya Menangis…
Mengetahui Fakta Itu.

Saya Mulai Mendatangi Ibu-2 Pengajian Minggon,
Bapak Lurah Dan Pak Camat, Pak Danramil, Pak Kapolsek, Mengadu.
Ini Musti Diapakan ?
Tapi Apa Lacur,…
Si Pemilik Klub Yang Mempekerjakan Adik-2 ABG Ini,
Terlalu Kuat,
Tak Ada Yang Bisa Menghentikan Dia.

Makin Hari Penderitaan Makin Bertambah,
Lebih Berat Daripada Kisah Orang Lebak Di Jaman VOC,
(Seperti Yang Saya Baca Di Max Havelaar Karangan Multatuli)
Saya Hanya Bisa Mengiris Hati, Saat Itu.

Sampai Suatu Hari,
Saya Melihat Puluhan Lelaki Bergamis Putih Dan Bersorban Datang Terburu-2 Ke Klub Itu,
Mereka Berdiskusi Sesuatu Dengan Pengelola Klub,
Dan Tiba-2,
“BBHUAAAR”
Klub Dibakar.
Setelah Rata Dengan Tanah,
Lelaki Bergamis Itu Kemudian Pergi.

Belakangan Saya Tau,
Bahwa Lelaki Bergamis Putih Yang Memimpin Aksi Itu Adalah Habib Rizieq.
Beliau Masih Muda Saat Itu.
Klub Itu Sempat Dibakar 3 Kali,
Setelah Dibangun Lagi Oleh Yang Empunya 2 Kali Lagi Pasca Pembakaran.

Lokasi Itu Kemudian Rata Dengan Tanah,
Dan Tinggal Seonggok Saung,
Yang Biasa Dipakai Untuk Melihat Sunset Di Sore Hari,
Di Pulau Sangiang Yang Misterius.

Beberapa Saat,
Pasca Pembakaran,
Saya Dengar Habib Ditembak,
Mobilnya Ditembus Peluru Beberapa Lubang,
Namun Alhamdulillah, Beliau Selamat

Sejak Saat itu,
Saya Simpati Pada Habib Rizieq,
Serta Siapa Pun Pria Bergamis Dan Bersorban Yang Mengikuti Jalan Beliau.
Mereka Adalah Pejuang Kebenaran,
Beliau Menyelamatkan Gadis-2 Kami,
Dari Perkosaan Dan Penistaan Yang Biadab,
Yang Dilakukan Oleh Orang-2 Dewasa Berakal Dan Sadar.

Sampai Detik Ini,
Kejadian Pembakaran Klub Maksiat Itu Masih Terus Terbayang,
Dan Saya Masih Ingat,
Saat Gadis-2 Menderita Di-Eksploitasi Lahir Batin,
Ada Seorang Lelaki Berani Mati,
Yang Menyelamatkan Mereka.

Menghentikan Kezhaliman Bukan Hal Yang Mudah,
Dibutuhkan Keberanian Dan Keikhlasan Yang Luar Biasa,
Dan Habib Rizieq Melakukan Hal Itu.

Ada Yang Bilang Habib Takut Dipenjara,
Takut Sama Polisi ?
Saya Cuma Tertawa…
Mati Saja Beliau Berani,
Dan Itu Sudah Beliau Buktikan Beratus Kali.!

Apakah Habib Berambisi Jadi Penguasa ?
Alhamdulillah,
Teman Tidur Saya, (Mantan Tetangga Habib Dulu Di Petamburan)
Cerita Bahwa Si Habib Ini Anak SMP BETHEL,
Kalau Jum’at Jualan Parfum Dan Peci Di Masjid,
Rumahnya Selalu Dipakai Untuk Pengajian
Beliau Tidak Tertarik Dengan Kekuasaan.

Saya Cerita Ini,
Bukan Supaya Kamu-2 Yang Anti Habib,
Terus Jadi Senang Sama Habib,
Bukaaaan..
Hanya Kamu-2,
Kalau Ngaku Punya Akal Dan (Merasa) Sekolah Tinggi,
Kalau Benci Dan Mau Fitnah,
Ya Kira-2 Lah, Jangan Asal !

Sebagai Closing,
Habib Itu Ga Perlu Selingkuh Untuk Dapat Perempuan.
Islam Menghalalkan Poligami,
Dan Perempuan Yang Mau Dinikahi Habib Juga Banyak,
Ngapain Repot-2 Bikin Dosa.

Yang Mau Fitnah,
Mikirlah Pake Akal.
Dah Gitu Aja !

Di-Copy Dan Edit Dari Tulisan :
By Ani Hasibuan, Neurologist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *