Pemimpin Adil Makmur Tak kan Bisa Lahir dari Sebuah Proses yang Penuh Kecurangan

Katasandi- Pengungkapan robot iklas oleh seorang alumni ITB menggentak banyak orang, dengan gamblang robot ini memaparkan kecurangan yg sedang terjadi pada situng KPU, sehingga orang awam teknologi pun dapat menilai bahwa proses kecurangan sedang terjadi. Bagaimana perubahan perubahan bahkan per detik dapat diketahui publik. Termasuk bila menggunakan uplod C1 palsu.

Betul bahwa situng bukan lah perhitungan manual. Seperti disampaikan oleh ketua KPU arif budiman. Masyarakat pun tahu tentang itu. Tapi moral masyarakat tersadarkan, sebagaimana sebelumnya situng telah di manfaatkan untuk menggiring opini seolah paslon 01 telah unggul. Juga terjadi pada QC yg ditayangkan oleh seluruh stasiun tv nasional menggiring opini bahwa 01 telah menang.

Setelah ketahuan bahwa di situng ini banyak kecurangan/ketidak akurat an informasi antara c1 asli dan c1 palsu. Para pendukung 01, melalui ahli IT, bahkan para profesor IT bereaksi mendowngrade ke ilmuan yg dimiliki oleh si penemu robot iklas ini. Bahkan mereka pun tak segan mengulik latar belakang kehidupannya.

Moral masyarakat tergugah, kecurangan itu nyata terjadi!
KPU sebagai penyelengara pemilu bermain main dengan integritasnya.

Dapat di bayangkan, di situng dan quick count saja KPU tak bisa menampilkan rasa ke adilan dan tarnsparansi. Lalu, bagaimana masyarakat bisa percaya rekap-rekap manual akan jujur dan adil? Pemimpin adil makmur tak akan mungkin lahir dari sebuah proses yang penuh dengan kecurangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *