Saling Serang Antar Koalisi, Siapa yang akan Terjengkang ?

Katasandi – Kondisi koalisi kubu Presiden Joko Widodo mulai panas dingin. Pasalnya partai pendukung mulai terganggu dengan kemesraan Mega-Prabowo yang sebelumnya pernah maju sebagai pasangan Capres-Cawapres. Saling sindir pun mulai dilontarkan ke publik. Yang paling panas dengan kemesraan PDIP-Gerindra sepertinya memang partai Nasdem. Hal itu di tunjukkan dengan manuver-manuver politik Surya Paloh saat pertemuan Mega Prabowo.

Pengamat politik fenomenal Rocky Gerung di forum Indonesia Lawyer Club mengatakan, apabila ada dua pertemuan politik penting yang terjadi, yang paling terganggu adalah siapa yang paling bereaksi cepat. Reaksi cepat itu ditunjukkan Surya Paloh dengan mengundang Anies Baswedan ke Kantor DPP Nasdem dihari yang sama saat pertemuan Mega- Prabowo berlangsung.

Di forum Kongres PDIP, Megawati dengan tegas menyatakan dan meminta kepada Joko Widodo sebagai Presiden terpilih bahwa partai yang di Nakhodai nya harus mendapat jatah Menteri terbanyak. Pernyataan Mega mendapat komentar yang beragam, salah satunya dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang mengomentari dengan nada sinis.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Surya Paloh menyindir Mega terkait keinginan PDIP mendapat kursi yang lebih banyak. Mantan Politisi Partai Golkar ini mengatakan sebaiknya jika mendukung sesorang jangan dengan embel-embel Jabatan.

Pernyataan Surya Paloh beredar di berbagai media, meskipun tanpa tanggapan terkait jatah menteri Mega balik menyindir Surya Paloh terkait tingkah menteri perdagangan yang notabennya adalah kader Partai Nasdem. Mega menyindir hobi buruk Menteri perdagangan yang suka impor beras.

Diberbagai media beredar pernyataan Mega yang berbunyi “Katanya mau berdikari, Beras Kok Impor ?”.

Pernyataan Mega tersebut sangat jelas dan tertuju kepada kader Nasdem yang menempati posisi Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita yang memang hobi nya impor.

Saling sindir semakin menarik, namun yang kita nanti siapa yang akan terjengkang ?

Sebagai pemenang pemilu banyak pihak menilai pernyataan Mega adalah hal yang wajar, apalagi didukung oleh kursi parlement PDIP yang memang terbanyak dari semua partai. PDIP hanya perlu menggandeng Golkar dan Gerindra maka pemerintahan akan berjalan stabil.

Kemesraan PDIP dan Gerindra adalah hal yang positif bagi pemerintahan Jokowi, mengingat Gerindra bukanlah teman yang nakal dan suka memakan teman sendiri. Faktanya meskipun di periode pertama Gerindra berada diluar koalisi, namun mereka tetap memainkan peran yang baik sebagai oposisi sehingga tidak menyulitkan pemerintahan Jokowi pada periode pertama. Belum lagi, kemesraan antara Mega dan Prabowo sudah terjalin dari jauh sebelum Pilpres 2019. Menarik untuk kita nantikan bagaimana langkah politik Presiden Jokowi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *