ENZO YA, BUKAN SIH. . .

Katasandi – Institusi sebesar TNI, yang sudah mencatat sejarah panjang sejak tahun 1945, kalian kira bakal semudah itu bisa dirusak oleh anak remaja yang baru lulus SMA seperti Enzo?

Padamnya listrik se-Jawa seharian penuh ternyata tidak bisa mencegah otak kalian untuk tetap korslet.

Enzo itu aset.

Beruntung masih ada anak semacam Enzo lahir diantara kerumunan remaja Indonesia masa kini, yang banyak diantaranya cuma bisa pacar-pacaran, cabe-cabean, en terong-terongan, tapi lagaknya macam sudah paling hebat sedunia. Ya model kayak yang namanya dilan itu tuuh… saking banyaknya berceceran sepanjang jalan macam puntung rokok.

Coba kalian tengok kiri-kanan. Berapa orang remaja yang kau kenal di sekitarmu bisa bicara 4 bahasa asing seperti Enzo? Ada?

Enzo punya kemampuan fisik di atas rata-rata. Dalam tes fisik diketahui ia bisa berlari sepanjang 3 km hanya dalam 12 menit. Ia juga mampu melakukan sit up dan push up masing-masing 50 kali dalam waktu satu menit. Kalian bisa?

Berapa orang remaja se-Indonesia ini yang punya kualitas seperti Enzo? Banyakkah?

Seharusnya negara malu, karena sistem pendidikan nasional kita ternyata tak mampu mencetak banyak-banyak remaja sekaliber Enzo.

Seharusnya negara berterimakasih kepada orangtua dan guru-guru Enzo, yang telah begitu baik mendidik Enzo hingga mencapai kualitasnya yang seperti sekarang ini.
Dan sekarang orangtuanya dengan ikhlas mempersembahkan anak kesayangannya ini kepada negara, untuk diambil menjadi perwira TNI.

Kalau bukan orangtuanya yang ikhlas menyerahkan Enzo kepada negara, memangnya negara bisa mencetak sendiri calon-calon perwira seperti Enzo?

Program pendidikan apa saat ini yang telah dibuat oleh negara untuk mencetak anak-anak semacam Enzo?

TNI sungguh jeli melihat berlian di antara kerumunan batu kerikil. Jangan salahkan TNI yang langsung mengambilnya.

Kalau bukan TNI yang duluan mengambilnya, maka “orang lain” yang akan mengambilnya. Paham kalian?

Dan “orang lain” itu bisa saja HTI, atau ISIS, atau Al Qaeda, atau PKI reborn, atau siapa saja. Merekalah yang akan beruntung mendapat suntikan darah segar pemuda tangguh semacam Enzo, kalau TNI tidak lebih dulu mengambilnya.

Kalian kira selama ini kelompok-kelompok ekstrim keras (yang kalian sebut radikal itu) hanya duduk berpangku tangan menunggu ada pemuda tangguh datang ikut bergabung dengan kelompoknya?

Kalian sungguh naif.

TNI jauh lebih pinter dari kalian, Bung.
TNI paham, ini masanya kita berebut pemuda-pemuda tangguh. Seperti manajer-manajer klub sepak bola berebut pemain bintang di bursa transfer.
TNI tak boleh lengah membiarkan calon pemain bintang seperti Enzo diambil oleh “klub lain”.

TNI mengambil Enzo, untuk dibina, dididik, dan digembleng menjadi perwira TNI.

Jadi Enzo-lah yang akan dibikin menjadi TNI.

Bukan TNI lantas dengan mudahnya dibikin menjadi HTI oleh anak ingusan macam Enzo seperti kalian pikir!

Kalian kira TNI itu semacam serdadu kaleng-kaleng? Mudah dipengaruhi ideologinya oleh anak kecil?

Kalau belum pernah masuk ke kesatrian Akmil dan melihat sendiri bagaimana TNI menggembleng calon-calon perwiranya, kalian gak usah ikutan ngomong deh. Bikin gemes aja.

Saya pernah ikut kegiatan bersama taruna-taruna akabri selama satu bulan, ikut makan tidur dan berpeluh seperti mereka, dan tahu banget bahwa mustahil seekor cacing radikal-ekstremis anti pancasila akan sanggup hidup di asrama akmil selama seminggu saja.

Jadi jangan pernah remehkan TNI ya, kalian bani togog.

Berkat gemblengan TNI, anak-anak semacam Enzo-lah kelak yang bakal menjadi andalan TNI dan seluruh bangsa ini untuk menjaga negara dari segala jenis musuh, dari dalam maupun dari luar.

Jadi jelas. Enzo ya, bukan abu tjanda, yang bakal jadi perwira TNI penjaga negeri ini.

Oiya, abu tjanda memang pakai baju loreng juga sih. Tapi lorengnya beda, bro.

 

Sumber: Dari berbagai WA yang dihimpun oleh katasandi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *