Permohonan Maaf Komisioner KPAI, Kritikan Netizen pada Media yang Tulis Berita

Katasandi- Polemik pernyataan komisioner KPAI Sitti Hikmawatty tentang sperma yang ada di kolam renang bisa membuat kehamilan menuai banyak kritikan. Kritikan muncul dari berbagai pihak, mulai dari pengacara seperti Hotman Paris hingga netizen yang membaca berita terkait hal tersebut.

Berbeda dengan kebanyakan netizen yang melihat konteks berita dari pernyataan tersebut, salah seorang netizen bernama Ardian M. Erlangga melalui akun twitter nya @ardyanme justru mengritik keras prilaku media yang memberitakan hal tersebut.

Menurut Ardian media yang memberitakan tidak lagi memilih dan memilah isu yang benar dan informatif bagi masyarakat.

Berikut pernyataan Ardian melalui akun Twitternya.

“Betul pernyataan soal sperma itu menyesatkan. Tapi jurnalis dan editornya lebih layak digugat karena memberi ruang buat info tak ilmiah menyebar ke masyarakat”

“Di kantor tempat saya bekerja, satu reporter sempat mendapat jawaban serupa dari dokter spesialis kandungan (sekilas lebih berbobot dari KPAI). Tapi ya harus dibuang dari wawancara versi tayang karena tidak ada bukti ilmiahnya.”

“Ini prinsip verifikasi sederhana lah. Mewawancarai sekte harta Soekarno atau kaum bumi datar bukan utk menduplikasi jawaban mereka tanpa filter. Konteksnya buat menggambarkan problem sosial lebih besar sehingga org paham kenapa ada yang percaya gituan”

“Kalau hasil transkrip dimuat begitu saja, ngapain harus KPAI. Utk urusan isu fakta ilmiah reproduksi KPAI urutan 10 besar narsum aja ya gak masuk.”

“Sekalian aja orang lagi mancing atau mabuk kecubung diminta berkomentar soal info kehamilan yg mereka miliki (sekalipun keliru)”

“Tapi gimana dong, ketika media mewajibkan kuota berita per jurnalis saban hari minimal 8-10, itu sama aja insentif agar jurnalis dan editor bekerja sekenanya. Termasuk mengirim/memuat mentah2 kutipan narsum tanpa diperiksa lagi bobotnya”

“Tidak semua newsmaker setara utk semua kasus. Kalau bicara pasal problematis RUU ketahanan keluarga, boleh lah KPAI berpendapat. Logika simpel itu kalau ga dijalankan media ya menghina pembaca. Padahal pakar beneran bejibun tp jarang dikutip.”

“BTW, ada argumen liputan ini “berjasa” mengungkap kualitas pejabat publik kita. Ehm, buat saya ttp bermasalah. 1) itu konteks wawancara awalnya apa, kok bisa tiba2 bicara kehamilan sama KPAI? 2) menyebarluaskan info sesat hanya memicu kontroversi, kecuali memang itu yang dicari”

Dilain sisi, komisioner KPAI Sitti Hikmawatty dengan tegas dan lantang menyatakan permintaan maaf atas pernyataan yang sudah disampaikan nya.

Sitti mengatakan pernyataan tersebut bersifat pribadi dan tidak terikat dengan instansi KPAI.

Redaksi katasandi.id meng apresiasi keberanian komisioner KPAI siti himawaty untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, agar suasana tidak bertambah gaduh.

Berikut pernyataan lengkap Sitti yang disampaikan kepada media.

Yth rekan-rekan media,

*Terkait statemen saya mengenai kehamilan di kolam renang, perlu saya sampaikan sbb :*

*1. Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat .*

*2. Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut.*

*3. Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya.*

Demikian, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terimakasih.

Sitti Hikmawatty

Komisioner KPAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *