Ikut Perangi Corona, Bidan Asal Sidoarjo Ini Bagi-bagi Handsanitizer Gratis

Katasandi- Kasus Covid-19 di Indonesia terus menyebar ke beberapa wilayah di pulau jawa khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Data per 20 Maret 2020 pasien yang positif teridentifikasi Covid-19 berjumlah 15 orang. Meningkatnya kasus Covid-19 menyebabkan beberapa harga Alat Pelindungan Diri (APD) melonjak naik dan langka dicari. Beberapa APD yang langka dan mahal adalah Masker dan Hand Sanitizer.

Melihat kondisi mahal dan langkanya APD tersebut, tergerak beberapa kalangan anak muda di Jawa Timur untuk ikut membantu masyarakat menengah ke bawah supaya mendapatkan Masker dan Hand Sanitizer, Salah satu anak muda tersebut adalah Sri Ratna Ayu.

Cara yang dilakukan oleh Ratna sapaan akrabnya ialah dengan membeli Hand Sanitizer ke distributor maupun produsennya langsung dalam jumlah besar kemudian dia kemas ke ukuran lebih kecil dan dijual dengan harga murah tanpa mengambil untung sepeserpun.

Selain di jual dengan harga murah Ratna membagikan secara gratis ke beberapa orang disekitarnya yang kurang mampu.
Menurut ratna hal tersebut dia lakukan karena profesinya adalah seorang Bidan dan merasa kasihan ketika melihat orang-orang yang tidak mampu membeli hand sanitizer dengan harga yang mahal.

Menurutnya selain masker, hand sanitizer merupakan salah satu hal penting dalam mencegah virus Covid-19 agar tidak masuk ke dalam tubuh kita.

“Dengan profesi saya sebagai Bidan tidak begitu sulit mengakses distributor maupun produsen Hand Sanitizer hanya saja kesulitan adalah mencari distributor botol kecil untuk pengemasannya”. Ujar Ratna.

“Sementara ini hanya bisa membagikan kepada masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya, sedangkan untuk di luar Sidoarjo belum bisa dibagikan karena keterbatasan waktu dan sedikit ribet untuk mengirim keluar kota” lanjut Ratna.

Dengan gerakan seperti jni Ratna berharap kawan-kawan di daerah lain juga mau tergugah hatinya untuk bersama-sama melawan Covid-19 dan menjaga orang sekitarnya untuk tidak terinfeksi virus tersebut.

“Cara apapun bisa dilakukan, tidak harus sama dengan apa yang saya lakukan karena yang terpenting adalah bagaimana kita semua melawan virus ini bersama-sama” katanya.

Ratna juga memperingatkan kepada semua orang bahwa sangat tidak elok dalam kondisi seperti ini malah pada mengambil untung untuk bisnis dan memperkaya diri sendiri.

“ini adalah musibah dan musuh bersama kita semua, seharusnya kita melawan bersama bukan mengambil untung untuk kepentingan individu”. Ia menyayangkan ke pada oknum-oknum yang kurang bertangggung jawab karena dengan langkanya APD malah dijadikan obyek bisnis untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *