MANFAAT BERDIAM DIRI DI RUMAH SAAT WABAH COVID-19

Oleh: Endri Setiawan

Katasandi- Pemerintah Indonesia kewalahan dalam mencegahpenyebaran wabah virus Covid-19. Penyebaran wabahvirus begitu cepat dan sulit terbendung. Dalam hal ini makaPresiden menghimbau kepadan seluruh masyarakat untuktidak beraktifitas di luar dan berdiam diri di rumah.Sehingga Perkantoran, Sekolah, kampus dan pabrikterpaksa di liburkan dan tutup.

Ketika berdiam di rumah, tentunya tidak bisa bertemudengan teman-teman, bahkan nongkrong karena harusmenjaga jarak atau yang juga disebut dengan istilah social distancing. Tetap di rumah dan menjaga jarak sosialmungkin bukan menjadi hal yang menyenangkan sebagianorang.

Namun jika di renungi secara mendalam banyak hal positifyang bisa dilakukan di rumah yang selama ini mungkinjarang dilakukan oleh kebanyakan. Berikut ini adalahbeberapa hal positif yang jarang dilakukan oleh orang yang selama ini sibuk bekerja:

1. Beribadah Lebih Khusu’

Mungkin selama ini terlalu sibuknya dengan pekerjaanatau hal-hal lain membuat kita lupa untuk bisameluangkan waktu melakukan ibadah. Padahal, ibadahsangatlah penting bagi kehidupan kita ini.  Kalaupunsempat menjalakan ibadah kadang terburu-buru karenaterbatasnya waktu untuk istirahat kerja sehinggakurang khusu. Oleh karena perlu dimanfaatkan betulketika di rumah untuk menjalankan ibadah secarakhusu’, selain itu kalian bisa sholat berjama’ah dengankelurga dan menjalankan ibadah lain seperti membacaal-qur’an. Diam di rumah bisa menjadi suatu pahalaasal semua itu diniatkan ibadah.

2. Menghabiskan waktu bersama keluarga

“Time Is Money” mungkin kalimat itu sudah tidakasing lagi terdengar. Karena memang waktu yang berharga adalah waktu untuk menghasilkan uang yaitubekerja. Namun perlu diketahui semua,Waktu yang paling berharga adalah waktu bersama kelurga. selamaini Quality Time mungkin hanya bisa dilakukan saatmakan malan, namun setelah ada himbauan daripemerintah untuk bekerja di rumah maka banyakwaktu untuk keluarga. Manfaat untuk menghabiskanwaktu bersama keluarga banyak sekali seperti: ikatankeluarga lebih erat, membentuk keluarga yang harmonis dan lebih bisa memahami danmemperhatikan anak.

3. Membersihkan dan membereskan rumah

Rumah merupakan tujuan kita semua untukberistirahat dan menghilangkan penat setelah seharianmelakukan aktifitas.Tetapi, bagaimana kalau rumahyang seharusnya adalah tempat penghilang penat, justru berantakan dan kotor sehingga membuatnyaman. Aktifitas yang menyibukan membuat malasseseorang untuk membersihkan rumah dan terkesanmembiarkan saja. Padahal, hal tersebut merugikanpenghuni rumah dan kurang nyaman untuk dilihat baikpemilik maupun tamu yang berkunjung. Berdiam dirilama di rumah bisa menjadi sarana untukmembersihkan dan membereskan rumah yang mungkin selama ini terkesan dibiarkan berantakan dankotor.

4. Bersosialisasi dengan lingkungan atau tetangga

Ada pernyataan yang mengatakan bahwa kalautetangga adalah saudara kita yang paling dekatmelebihi saudara kandung. Mungkin pernyataantersebut benar adanya, karena yang pastinya ketikasesuatu hal terjadi pada diri dan kelurga kita makaorang yang paling pertama membantu pastinyatetangga kita. Bagi orang zaman dulu atau masyarakatpedesaan mungkin berkumpul dengan tetangga bukanhal yang asing, namun berbeda halnya denganmasyarakat perkotaan. Berkumpul dan mengobroldengan tetangga sangat jarang dijumpai karena salingsibuknya beraktifitas dan bekerja antara satu denganyang lain.

Aktifitas WFH bisa digunakan sebagai sarana kitasemua menjalin silaturahmi dan diskusi antar tetangga.Minimal saling diskusi untuk mencegah bersamasupaya virus covid-19 tidak menyerang di lingkungansekitar kita.

5. Fokus belajar

Kebijakan libur sekolah yang diputuskan pemerintahakibat dampak wabah virus corona membuat parasiswa harus mengalihkan proses belajarnya dirumah. Hal demikian bukan menjadi hambatan untuk siswamelaksanakan kegiatan belajar. Para siswa seharusnyalebih focus untuk belajar, selain waktu dan tempatlebih nyaman dan fleksibel beberapa media lain untukbelajar pun beragam. Di era digital ini belajar online pun bisa dilakukan. Selain itu anak-anak lebihterpantau oleh keluarga dalam belajar serta lebihbanyak waktu karena selain libur anak-anak pun dilarang untuk keluar rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *