PERHATIAN KHUSUS UNTUK KELOMPOK MENEGAH DARI PEMERINTAH

Oleh: Endri Setiawan

Katasandi- Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan himbauanmelalui Video Conference pada Selasa 24 Maret 2020terkait kebijakan ekonomi khususnya yang berkaitandengan Perbankan. Setelah mendengar berbagai masukandan keluhan dari masyarakat maka Presiden memberikankeputusan dengan memberikan kemudahan dankelonggaran dalam pembayaran bunga dan angsuranselama 1 tahun. Kebijakan ini diperuntukan untuk orang-orang kelompok bawah seperti tukang ojek, sopir taksi dannelayan.

Tidak hanya itu, Pemerintah juga menurunkan bunga kreditbagi UMKM yang terdampak karena Virus Covid-19.Kebijakan presiden ini sebenarnya juga memperkuat darikebijakan OJK yang tertuang dalam peraturan Nomor11/POJK.03/2020 yang mulai berlaku sejak 13 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021. (https://ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Stimulus-Perekonomian-Nasional-Sebagai-Kebijakan-Countercyclical-Dampak-Penyebaran-Coronavirus-Disease-2019/Ringkasan%20Eksekutif%20POJK%2011%20-%202020.pdf). Kebijakan yang diambil oleh pemerintahbegitu diapresiasi banyak masyarakat

Menjadi sangat dilema adalah kelompok Menengah atauzona papan tengah, orang-orang yang tergolong kelompoktersebut adalah Pegawai kantor Swasta, dan paraprofesional di masing-masing profesinya, mereka adalahorang-orang pekerja formal yang bekerja keras setiap hari.Secara ekonomi mungkin pendapatan mereka jauh lebihbaik dari kelompak bawah namun secara kebutuhan primer tidak jauh beda. Orang-orang kelompok menengahmemiliki impian dan cita-cita yang besar untukmeningkatkan taraf kualitas hidup diri mereka dankeluarga. Mereka memiliki tanggungan yang lebih besarketimbang kelompok bawah. Tanggungan kredit sepertiKredit rumah, mobil dan iuran asuransi. Jika kelompokbawah takut lapar berbeda hal dengan kelompok ini, mereka cenderung takut tidak mampu membayar Kreditrumah, barang electornik dan mobil.

Satu hal yang perlu dicatat oleh pemerintah adalah faktorpembangunan Negara ini adalah kelompok menengah, mereka adalah penggerak sekaligus pondasi ekonomi suatunegara. Dalam mendorong kemajuan suatu negara adalahPemintaan dan konsumsi, Kelas menengah itusebagai profesional complainer, Tidak ada yang lebih hebatdari kelas menengah kalau complain. Kelompok menengahtercatat kurang lebih sekitar 60 juta orang di Indonesia.Negara dalam hal ini Pemerintah tidak boleh mengabaikanatau melupakan kelompok ini. Pemerintah khususnyaPresiden harus memperhatikan dan memberikan kebijakanyang tepat dan sesuai dalam persoalan ini.

Sebelumnya kita mengenal kebijakan pemerintah Sunset Policy dengan tujuan untuk menghapus atau mengurangisanksi dan denda pajak. Harusnya kebijakan sunset policybisa diterapkan di Perbankan. Kebijakan tersebut bisa jadimerupakan bagian dari perhatian pemerintah kepadakelompok menengah yang berurusan dengan kreditur KPR, KTA dan berbagai macam kreditur yang berkaitan denganurusan primer.

Menghapus denda pembayaran bahkan memotong angsuranmenjadi stimulus dari pemerintah untuk menjaga stabilitasperekonomian masyarakat di tengah bencana wabahpandemi yang sedang melanda. Pemerintah dalam hal iniPresiden segera membuat landasan dan peraturan hukumyang akan mengatur hal tersebut. Kebijakan yang yangdikeluarkan harus jelas. Semua kebijakan harus bersifat adildan merata serta azas manfaatnya dapat diterima semuakelompok khususnya, kelompok kecil dan menengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *