PB HMI Minta Presiden Potong Gaji Menteri Untuk Bantu Tangani COVID-19

Katasandi- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta Presiden Joko Widodo agar memotong gaji dan tunjangan pejabatnya demi solidaritas Covid-19.

Hal itu sebagai wujud nyata kemanusiaan dari pemerintah terhadap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Upaya ini jika dilakukan akan mengurangi beban terhadap masyarakat yang mengalami kemerosotan ekonomi yang disebabkan virus mematikan bernama Covid-19 ini,” kata Ketua PB HMI bidang BUMN, Romadhon Jasn, Sabtu (28/3/2020).

Sehingga dengan demikian, pemotongan gaji dan tunjangan pejabat pemerintah baik itu kementrian, BUMN, staf kepresidenan dan lainnya itu dapat dialokasikan terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Romadhon mengatakan, sebagaimana yang curhatan driver ojol di acara ILC kemarin bahwa mereka sebenarnya tidak butuh dibantu dibayarin kontrakan, cicilan motor, namun mereka setidaknya dibantu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu makan selama dua minggu.

Sebab itu, kata Romadhon, dari sisi inilah yang sebenarnya bisa dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat khususnya kalangan bawah.

“Tentunya, salah satu cara dengan pemotongan gaji dan tunjangan pejabat pemerintah tersebut, lebih khusus nya lagi para menteri yang selama ini selalu berkoar ingin memerangi Covid-19” katanya memaparkan.

Oleh karenanya, lanjut Romadhon, saatnya pemerintah lebih peka dan meleburkan diri menjadi bagian dari apa yang masyarakat bawah butuhkan.

“Mari hadir di tengah-tengah mereka, menjadi bagian yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” ajaknya.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk kemudian hal ini dapatnya direalisasikan demi mereka yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah,” imbuhnya.

Terakhir Romadhon menghimbau terkhusus kepada para menteri kabinet kerja, jangan hanya menghimbau melalui media dan melakukan tindakan lewat kebijakan namun harus ada aksi nyata lewat kantong pribadi.

”Terakhir kalau boleh kami menghimbau kepada para menteri, khusus nya yang selama ini banyak berkomentar, jangan hanya lewat televisi tapi aksi dimulai dari kantong sendiri. Lakukan gerakan nyata lewat kantong pribadi supaya menjadi contoh, jangan hanya menggunakan uang negara.” Tutup Romadhon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *