by

Gelar Pendidikan Politik, Partai Golkar Ingin Lahirkan Kepemimpinan Transformatif

Medan, Katasandi.id – DPD Partai Golkar Sumatera Utara bekerjasama dengan Golkar Institute menggelar Pendidikan Politik. Acara Dikpol ini diikuti 50 kader Golkar yang telah mengikuti seleksi. Selama tiga hari ke depan, mereka akan mendapatkan materi tentang kepemimpinan, politik dan ekonomi.

Ketua Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa Dikpol ini dimaksud agar Partai Golkar mampu melahirkan pemimpin yang adaptif dengan perubahan zaman.

“Kader-kader Partai Golkar harus menjadi pionir untuk perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Hadirnya Golkar Institute sangat penting sebagai bukti upaya Partai Golkar dalam perubahan bangsa, mencetak kepemimpinan yang transformatif, inovatif dan berintegritas, memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki wawasan global untuk mewujudkan good governance,” ujar Ace dalam sambutan pembukaan Pendidikan Politik Partai Golkar, Kamis (11/11/2021) di Adimulia Hotel Medan.

“Dengan program Dikpol Partai Golkar dan Golkar Institute memastikan kemenangan Partai Golkar di Sumatera Utara dan Pak Airlangga (sebagai Capres) di Indonesia,” sambungnya.

Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah menegaskan bahwa Dikpol Partai Golkar ini adalah wujud komitmen partai untuk melahirkan kader-kader terbaik.

“Kami merasa sangat berteri makasih dan terhormat, karena dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, hanya 6 provinsi yang dipilih salah satunya Kota Medan (Sumut) untuk menyelenggarakan program Dikpol Partai Golkar. Saya berharap, seluruh peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

“Dengan program Dikpol ini Partai Golkar bukan hanya hadir untuk kepentingan partai, tapi hadir untuk menyadarkan generasi bangsa bahwa Partai Golkar ingin berpolitik dengan baik dan memiliki cita-cita yang mulia bagi Indonesia. Melahirkan hal-hal yang bagus untuk kebaikan bangsa dan menyejahterakan bangsa,” lanjut Ijeck.

Ketua Pelaksana Dikpol, Palacheta menyampaikan bahwa pihaknya menerima ratusan kader yang mendaftar untuk mengikuti Dikpol. Mereka adalah kader yang punya keinginan kuat “melek” politik. Tetapi panitia hanya menerima 50 orang dengan kategori usia di bawah 40 tahun.

“Ratusan orang mendaftar di program Dikpol DPD Golkar Sumut, namun yang diterima hanya 50 orang pemuda di bawah 40 tahun. Penyeleksian dilakukan secara ketat, melalui tahap wawancara dan essay. Sehingga peserta-peserta terpilih ini memiliki tekad yang kuat untuk tidak buta politik,” ujar Palacheta. (AT/GI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.