banner 728x250

Ingin Lahirkan Politisi Berintegritas, Golkar Bekali Kader-Kader Mudanya Manajemen Resiko Korupsi

Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily. (foto/dok)
banner 120x600

Jakarta, Katasandi.id – Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa dalam upaya melahirkan politisi yang berintegritas, Golkar Institute akan terus memberikan materi tentang manajemen resiko korupsi dalam setiap program pendidikan. Hal itu ia sampaikan pada program Executive Education Program For Young Political Leaders (program pendidikan bagi para pemimpin muda) angkatan ke-2, Jumat (9/7/2021) yang dilakukan secara daring.

“Dalam setiap pendidikan di Golkar Institute, kita punya komitmen membangun integritas. Harapan publik kan agar Partai Golkar melahirkan politisinya itu punya integritas”, kata Ace.

“Kita ingin bahwa politisi muda Partai Golkar ini memiliki integritas, dengan ditunjukkan sikap dan perilakunya yang tidak melanggar hukum. Kami punya komitmen kuat agar kader yang dididik disini (Golkar Institute) punya integritas”, ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Pada sesi materi tentang manajemen resiko korupsi, Golkar Institute menghadirkan Topo Santoso yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Bidang Studi Hukum Pidana. Dalam paparannya, Topo mengutip Koffi Annan yang menyebut korupsi sebagai wabah yang berbahaya bagi demoraksi dan merusak hukum.

“Korupsi adalah wabah berbahaya yang memiliki efek korosif pada masyarakat. Ini merusak demokrasi dan supremasi hukum, mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia, mendistorsi pasar, mengikis kualitas hidup, dan memungkinkan kejahatan terorganisir, terorisme dan ancaman lain terhadap keamanan manusia”, demikian papar Topo.

Ia menyebut bentuk korupsi yang sering terjadi, yakni: korupsi terkait kerugian keuangan negara, korupsi terkait suap menyuap, korupsi terkait gratifikasi, korupsi terkait penggelapan dalam jabatan, korupsi terkait perbuatan pemerasan, korupsi terkait perbuatan curang, dan korupsi terkait bantuan kepentingan dalam pengadaan.(Rls/Ks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *