by

Merdeka Dari Pandemi Covid-19

-Berita, opini-23 views

Katasandi.id – Sudah 2 tahun berlalu sejak kasus pertama Covid-19 secara resmi diumumkan di Indonesia. Dimulai hari itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Sejak pertama pandemi ini muncul, penerapan perilaku 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) telah digaungkan dan kini bertambah menjadi 5M dengan 2 tambahan lainnya yaitu Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas. Namun waktu terus berlalu dan pandemi belumlah usai, pun keresahan masyarakat yang tidak juga berhenti. Tentu karena pademi Covid-19 bukanlah isu nasional semata, namun juga menjadi persoalan dunia pada umumnya.

Banyak sekali aspek kehidupan yang terdampak sebab pandemi ini, mulai dari bidang ketenagakerjaan, perekonomian, dan juga aspek yang lain. Salah satu isu hangat di sektor ketenagakerjaan ialah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menjamur di banyak perusahaan. Tentu, skala keuangan perusahaan dimasa pandemi juga menjadi alasan utama. Namun perusahaan juga tidak memiliki banyak opsi dan power untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban para pekerjanya. Untuk menjauhi ancaman “gulung tikar” PHK menjadi salah satu pilihan jitu dan win-win solution yang tepat bagi perusahaan. Pemutusan kerja ini membenturkan para pekerja dengan peluang karir di masa pandemi yang sempit. Perusahaan yang juga masih berusaha untuk tetap “bertahan hidup” di masa pandemi menyebabkan aktivitas penerimaan tenaga kerja baru berjalan lambat bahkan tidak sedikit perusahaan yang menerapkan zero recruitment (tidak melakukan aktivitas penerimaan karyawan) di masa paceklik Covid-19.

Dampak lain pandemi juga terasa pada sektor ekonomi yang kontraksinya terasa di berbagai wilayah Indonesia terutama pada akhir tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2021. Saat ini, Tahun 2022 telah berjalan selama 7 bulan lebih, kondisi perekonomian juga mulai membaik. Sebagaimana digambarkan dalam rilis BPS Provinsi Bengkulu pada awal Agustus lalu, bahwa ekonomi di Provinsi Bengkulu pada triwulan II tumbuh positif sebesar 6,58 persen (q to q) jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2022. Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya, juga tumbuh positif sebesar 4,76 persen (y on y). Hal ini sejalan dengan angka nasional, dimana kondisi perekonomian Indonesia pada triwulan II juga tumbuh positif sebesar 5,44 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2021 (y on y).

Saat ini triwulan III mulai berjalan, sisa tahun 2022 tinggal 5 bulan lagi. Pada bulan Agustus ini, bersamaan dengan momen hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan gambaran ekonomi yang mulai membaik, besar harapan masyarakat agar kehidupan mereka juga dapat membaik sebagaimana dahulu sebelum pandemi memporak-porandakan semuanya. Harapan ini sesuai dengan tema yang di ambil pada momen kemerdekaan tahun ini yaitu “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.