by

Pimpin Apel Pagi, Gubernur Rohidin Tekankan ASN Jaga Amanat Masyarakat Bengkulu

Provinsi Bengkulu, Katasandi.id – Pimpin apel pagi bersama seluruh Ka. OPD juga Pejabat Eselon II dan Pegawai di lingkungan Kantor Gubernur pasca libur IdulFitri dan cuti bersama, Kamis (12/5/2022).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tekankan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Provinsi meningkatkan produktivitas kinerjanya sebagai seorang ASN.

Gubernur Rohidin menyebutkan dengan adanya tambahan penghasilan pegawai (TPP) juga tunjangan jabatan lainnya, seharusnya menjadi sebuah tanggung jawab besar untuk bekerja lebih baik lagi bagi Provinsi Bengkulu.

“Tidak bisa tidak, munculkan lah tanggung jawab kita, bahwa kita bekerja untuk mengemban amanat masyarakat Bengkulu,” tegas Gubernur Rohidin kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Gubernur Bengkulu.

Terkait dengan ASN yang masih absen, atau belum masuk kantor, Gubernur Rohidin menjelaskan tetap mengikuti aturan yang berlaku, di mana disiplin harus dipatuhi setiap ASN khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Sesuai dengan prosedur kepegawaian kalau memang dia terlambat maka ada pemotongan dari tambahan penghasilannya, kalau beberapa hari ada mekanismenya sendiri, prinsip kita menegakkan aturan kedisiplinan,” jelas Gubenur Rohidin.

Usai Apel kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal bersama seluruh Ka.OPD/Pejabat Eselon II dan Pegawai di Lingkungan Kantor Gubernur dan Rapat Evaluasi Triwulan I Tahun 2022 bersama seluruh Pejabat Eselon II/Ka. OPD.

Rapat ini sendiri merupakan evaluasi triwulan pertama terkait kinerja juga capaian – capaian program maupun dengan realisasi anggaran. Sehingga bisa disebut sebagai raport bagi pimpinan OPD sebagai bahan evaluasi kepada Gubernur.

“Tadi ada beberapa OPD yang memang kinerjanya tidak tercapai, ada yang laporannya tidak lengkap, realisasi anggarannya masih rendah. Akan kita berikan peringatan secara tertulis untuk memperbaiki kinerja,” tutup Gubernur Rohidin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.