by

Pimpinan Sidang Pusat di Nilai Arogan, Peserta dan Pimpinan Sidang Musda Kosgoro57 Bengkulu Walk Out

Provinsi Bengkulu, Katasandi.id – Pelmbukaan Musyawarah Daerah PDK Kosgoro 1957 dilaksanakan di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dewan pertimbangan Kosgoro 1957, H.R. Agung Laksono beserta rombongan berjumlah 11 orang, Jumat (26/11).

Kegiatan Musda tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu.

Mungkin gambar 7 orang dan orang berdiri

Kegiatan Musyawarah Daerah PDK Kosgoro57 Provinsi Bengkulu ini dimulai pukul 14:00 WIB, di hadiri oleh PPK Kosgoro57, PDK Provinisi Kosgoro57, PDK Kosgoro57 Kabupaten/Kota, serta Gerakan.

Pantauan media ini dilapangan Pada awal nya Musyawarah Daerah tersebut berjalan dengan lancar, tetapi terjadi dinamika ketika memasuki sesi penetapan calon. Dikarnakan hanya memiliki calon tunggal atas Nama Andrian Wahyudi, Pimpinan Sidang tetap PPK langsung menetapkan Andrian Wahyudi sebagai Calon tunggal sehingga Andrian Wahyudi terpilih secara aklamasi.

Penetapan tersebut mendapat banyak intrupsi dari Peserta Sidang yang berasal dari PDK Kabupaten Kota. Peserta meminta diberikan Skorsing sebelum Andrian Wahyudi ditetapkan sebagai calon tunggal.

Kondisi Sidang masih terpantau kondusif, walau banyak intrupsi yang terjadi. Sidang Pecah ketika Pimpinan Sidang Tetap berasal dari PPK tidak mengindahkan Intrupsi peserta. Pimpinan langsung mengetok palu tanpa berdiskusi dengan Pimpinan Sidang lain nya yang berasal dari PDK Provinsi, PDK kabupaten, serta Organisasi Gerakan.

Kondisi sidang pecah ketika peserta berasal dari PDK Kabupaten/kota melakukan Walkout yang di ikuti Pimpinan Sidang dari Kabupaten/kota serta Organisasi Gerakan.

Mungkin gambar 10 orang, orang duduk dan orang berdiri

Anwar Hamid selaku SC Panitia sekaligus Pimpinan Sidang saat itu menilai, apa yang dilakukan Pimpinan Sidang yang berasal dari Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 bersikap arogan dalam mengambil keputusan.

“Kita ini kan pimpinan sidang juga, pimpinan sidang kita ini bersifat kolektif dalam artian bersama. Jangan seenak nya saja mengambil keputusan. Berdiskusi dulu tanyakan pendapat pimpinan sidang lain nya sebelum mengambil keputusan,” Ungkap Anwar Hamid ketika ditemui setelah keluar dari persidangan.

Sandy Azhari selaku Ketua Oc saat ditanyakan mengenai pelaksanaan Musyawarah Daerah, mengucapkan terimakasih kepada Panitia serta seluruh element yang terlibat di dalam Musda Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro57 Provinsi Bengkulu.

“Terimakasih untuk kawan-kawan panitia yang terlah bekerja keras meluangkan waktu dan pikiran nya, terimaksih juga kepada pihak Pemerintah Provinsi yang banyak membantu terkait teknis yang dibutuhkan,” ungkap Sandy.

Ketika ditanya mengenai hasil dan isu mengenai Konflik yang terjadi didalam Musda, Sandy Azhari mengatakan proses berjalan lancar, walau terjadi dinamika, panitia bekerja keras untuk itu.

“Pasca Musda kita sudah bertemu Sekjend PPK Kosgoro57 pak Sabil Rahman, beliau menjelaskan musda berjalan sesuai mekanisme. Andrian Wahyudi terpilih secara Aklamasi, hasil akan disampaikan ke Ketua Dave. Terkait konflik yang terjadi, menurut Pak sekjend mekanisme sidang sudah dilewati,” ungkap sandy.

Mungkin gambar 2 orang dan orang berdiri

Sandy Azhari yang juga merupakan Kader Alumni Golkar Institute Batch-2 ini menyayangkan miss komunikasi ini terjadi di Bengkulu. Seharusnya ini bisa di musyawarakan dengan mufakat demi kemaslahatan bersama.

“Kita sayangkan jika ini terjadi di Bengkulu, Musda ini seharusnya membangun konsolidasi organisasi untuk mencapai Tri Sukses Partai Golkar. Menang Pilpres, Menang Pileg, Menang Pilkada. Jika ini terjadi, konsolidasi yang selama ini dibangun sulit untuk di perbaharui. Tapi apapun yang terjadi, pada prinsipnya kita sudah mensukseskan pelaksanaan ini, terkait siapa yang terpilih, para pemain sudah bermain di arena,” Pungkasnya.(Ks)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.