by

STIESNU Bengkulu Seminar Nasional Dalam Rangka Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan

Bengkulu, Katasandi.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIESNU) Bengkulu mengadakan Seminar Nasional dan Dialog Interaktif dalam rangka memperingati Hari
Sumpah Pemuda ke-93 dan Hari Pahlawan dengan tema “Senergi Mahasiswa dan Santri Pada Momentum Juang Pahlawan dalam Pencegahan Narkoba dan Paham
Radikalisme”.

Kegiatan digelar di aula STIESNU Bengkulu dan diikuti sekitar 150 mahasiswa dari STIESNU Bengkulu dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu
(6/11/2021).

Ketua STIESNU Bengkulu Dodi Isran mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mengingatkan kembali akan makna Sumpah Pemuda dan mengingat
jasa-jasa para pahlawan. Dikatakannya, mahasiswa dewasa ini, menghadapi tantangan akan bahaya narkoba dan radikalisme. Oleh karena itu, dengan
digelarnya seminar, diharapkan peserta akan menjadi agen dalam pencegahan narkoba dan radikalisme.

Ketua PWNU Bengkulu Dr. Zukarnain Dali dalam sambutannya mengatakan, tantangan generasi saat ini sangat komplek. Oleh karena itu, generasi hari
ini harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Sebab, bahaya narkoba dan radikalisme menyasar para generasi muda. Dia mengingatkan, bahwa Bengkulu
pernah menjadi daerah rawan radikalisme.

Sementara itu, tiga narasumber masing-masing Kompol Suherwanto dari Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Bengkulu, Evi Susianti dari BNN Provinsi
Bengkulu, serta Wibowo Susilo dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu memaparkan tentang bahaya narkoba dan radikalisme.

Kesimpulan dari ketiga narasumber menyebutkan, di Bengkulu peredaran narkoba masih cukup rawan dan harus terus diwaspadai melalui gerakan
pencegahan. Sementara untuk bahaya radikalisme, Bengkulu yang sebelumnya menjadi daerah rawan, saat ini sudah relatif aman. Namun demikian, bahaya
radikalisme masih menjadi ancaman. Sebelumnya, pada 2018, Bengkulu sempat masuk dalam 5 besar daerah rawan radikalisme. Namun dari data BNPT 2020, status tersebut tidak berlaku lagi. (Ks)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.